JEO - Peristiwa

"A to Z" 26 Tahun Perjalanan Balap Valentino Rossi

Senin, 15 November 2021 | 13:58 WIB

BERAKHIR sudah perjalanan panjang karier balap seorang Valentino Rossi.

Seri terakhir MotoGP 2021 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (14/11/2021), jadi panggung terakhirnya.

Pada akhirnya, Rossi hanya mampu finish di posisi sepuluh. Ini hasil yang dapat diterima apabila melihat kondisinya saat ini. 

Raihan tersebut tentu tak dapat menggambarkan reputasi besarnya sebagai seorang legenda hidup ajang balap motor paling prestise di muka bumi itu.

Baca Juga: Kelakar Valentino Rossi, Rela "Suap" Para Rival demi Podium ke-200

Hasil di Valencia pun tak mengurangi meriahnya "farewell party" pebalap berjuluk The Doctor.

Setelah balapan usai, satu per satu rival mendekati seraya memeluk pebalap yang identik dengan nomor 46 itu.

Sorak sorai juga terlihat datang dari arah tribun penonton, terutama yang beratribut kuning, warna kebesaran Rossi.

Sambutan meriah diterima VR-46 saat melintas di pitlane. Para kru dari berbagai tim balap langsung mengerumuni dan memberikan applause untuk sang legenda.

Setiba di paddock Yamaha, Rossi dielu-elukan dan diangkat beramai-ramai bak seorang pebalap yang baru saja juara. 

Pelukan hangat juga datang dari seorang tamu istimewa, Ronaldo Luiz Nazario de Lima, legenda sepak bola Brasil yang juga diketahui sebagai sahabat Rossi.

Selain sebagai pebalap, Rossi juga dikenal sebagai seorang selebritas dunia yang berteman dengan banyak pesohor di luar lingkaran MotoGP. 

Maka tak heran duo aktor Hollywood, Keanu Reeves dan Tom Cruise ikut muncul dalam video tribute ucapan "happy retirement" untuk Rossi.

#GrazieVale

 Senjakala Karier Sang   Legenda Hidup 

Rossi mengumumkan keputusannya untuk pensiun pada pertengahan musim 2021, tepatnya jelang seri Austria pada 5 Agustus silam.

Keputusan Rossi untuk pensiun didasarkan pada pertimbangan performa. Sebab,  performanya menurun seiring dengan bertambahnya usia. 

Tahun 2021 merupakan musim ke-26 dalam karier Rossi di balap motor profesional.

Usianya kini sudah menginjak 42 tahun, usia yang memang sudah relatif tua untuk ukuran olahragawan.

Usia yang semakin bertambah turut berpengaruh ke performa Rossi di lintasan. Ia sudah tidak secepat dan segesit seperti satu dekade silam.

Pria kelahiran Urbino, Italia, 16 Februari 1979 itu, tercatat jadi pebalap tertua yang tampil reguler di kelas utama era MotoGP modern.

Usia yang semakin bertambah turut berpengaruh ke performa Rossi di lintasan. Ia sudah tidak secepat dan segesit seperti satu dekade silam.

Baca Juga: Dilema Yamaha pada Valentino Rossi, Berjasa Besar tapi Juga Jadi "Penghambat" Prestasi

Sulit tentunya bagi Rossi bersaing dengan pebalap lain yang usia rata-ratanya masih di kisaran 20-30 tahun.


Sampai berakhirnya MotoGP musim 2021, pemegang sembilan kali gelar juara dunia itu hanya menempati posisi ke-18 klasemen akhir, posisi yang hampir tak pernah ia tempati saat masih di masa jaya.

Secara keseluruhan, Rossi mengalami penurunan performa yang cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Jangankan untuk jadi juara dunia, sekedar untuk menang pun sudah sulit.

Rossi sudah tak pernah lagi memenangi balapan sejak terakhir kali melakukannya pada 25 Juni 2017 di Assen, Belanda.

Grafik Penampilan Valentino Rossi

 Pebalap Tertua yang Tampil   Reguler di MotoGP 

 

Terlepas dari penurunan prestasi, Rossi tetaplah salah satu legenda terbesar dalam sejarah MotoGP.

Belum pernah ada pebalap di era MotoGP modern dengan perjalanan karier sepanjang dia.

Rossi naik ke kelas utama balap motor dunia pada 2000 pada di usia 21 tahun. 

Selama karier balapnya di kelas utama (2000-2021), Rossi pernah merasakan bertarung dengan para pebalap di penghujung era 2-tak 500 cc, seperti Alex Criville dan Kenny Roberts Jr.

Dia juga pernah adu laju dengan para pebalap angkatan Max Biaggi dan Sete Gibernau, disusul generasi angkatan Marco Melandri dan Nicky Hayden.

Baik Biaggi, Gibernau, Melandri, ataupun Hayden boleh saja pensiun, tapi tidak dengan Rossi.

Rossi masih memacu motornya, bersaing dengan pebalap muda yang notabene adalah orang-orang yang masih anak-anak ketika The Doctor sudah menapaki jalur balap di level atas.

Saat para rival lamanya pensiun, Rossi tetap bertahan dan menemukan kembali para rival baru yang usianya jauh lebih muda, seperti halnya Casey Stoner, Dani Pedrosa, dan Jorge Lorenzo.

Baca Juga: Generasi Pebalap MotoGP Datang dan Pergi, tetapi Tidak Valentino Rossi

Seiring berjalannya waktu, giliran Stoner, Pedrosa dan Lorenzo yang kemudian pensiun. Namun, lagi-lagi Rossi tetap bertahan.

Rossi masih memacu motornya, bersaing dengan pebalap muda yang notabene adalah orang-orang yang masih anak-anak ketika The Doctor sudah menapaki jalur balap di level atas.

Betapa melegendanya Rossi di MotoGP inilah yang membuat banyak pihak tak ragu menyamakannya dengan sejumlah legenda hidup di cabang olahraga lain.

Pada era MotoGP modern, Rossi memang satu-satunya pebalap reguler (tidak termasuk wildcard) yang masih tampil dalam usia kepala empat.

Salah satu mantan rivalnya, Jorge Lorenzo bahkan mengibaratkan Rossi sudah setara seperti Muhammad Ali di dunia tinju, Tiger Woods di golf, Michael Jordan di basket, ataupun Ayrton Senna di Formula 1.

"Di atas lintasan, kami memiliki kecepatan yang sama. Namun, dalam hal kharisma dan kelebihan, Valentino Rossi berada di level seperti Michael Jordan, Tiger Woods, Muhammad Ali, dan Ayrton Senna," tulis Lorenzo di akun Instagram pribadinya, sehari setelah pengumuman pensiun Rossi.

Baca Juga: Satu Hal yang Paling Dirindukan Valentino Rossi Setelah Ia Pensiun dari MotoGP

Perjalanan Karier Valentino Rossi

 

 

 A to Z tentang Rossi 

JEO Kompas.com telah merangkum berbagai hal menarik sesuai urutan abjad yang mewarnai 26 tahun karier balap Rossi. Mulai dari pabrikan yang pernah dibelanya hingga beberapa nama pebalap yang pernah menjadi rival berat pebalap yang identik dengan nomor 46 itu.

Apa saja fakta menariknya? Simak infografik di bawah ini:

 

 

 

 

Valentino Rossi telah membawa standar baru bagi ajang balap paling bergengsi di dunia. Ia adalah inspirasi bagi sesama pebalap maupun penggemar sedunia. Bahkan, The Doctor telah bertransformasi menjadi ikon. 

Kegilaan Rossi di aspal selama 26 tahun kariernya mungkin masih belum cukup kita nikmati. Belum lagi tindak tanduknya di luar arena. Tetapi Rossi tahu kapan ia harus 'finish' dan inilah saat yang tepat baginya. 

Terima kasih Rossi...