JEO - News




Kenali dan Pilih
Calonmu di Pilkada Jawa Barat 2018

Selasa, 26 Juni 2018 | 20:22 WIB

PADA 27 Juni 2018, sebagian daerah di Indonesia akan menggelar pesta demokrasi memilih pemimpin melalui pemilihan kepala daerah (pilkada). Salah satunya, Jawa Barat.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebanyak 171 daerah di Indonesia menggelar pilkada serentak. Dari jumlah itu, 17 daerah di antaranya menggelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub).

Pilkada di Jawa diperkirakan akan berlangsung ketat karena menjadi arena "pertaruhan" partai-partai politik. Sebab, pemilih di Jawa menyumbang suara sangat besar untuk kemenangan Pemilu 2019, termasuk pemilu presiden (pilpres).

Pilkada di Jawa diperkirakan akan berlangsung ketat karena menjadi arena "pertaruhan" partai-partai politik.

Berdasarkan data Kompas edisi 8 Juni 2018, jumlah suara di Jawa—Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur—mencapai 90,44 juta atau 48 persen dari total suara nasional yang tercatat 186,59 juta.

Dengan jumlah suara terbanyak ini, Jawa diyakini menjadi kunci kemenangan untuk Pemilu 2019. Dengan menguasai suara di Jawa, capaian suara parpol dan kandidat pilpres pun akan di atas angin.

Dari semua provinsi yang menggelar pilgub, Jawa Barat disebut punya peran teramat penting. Jumlah pemilih di Jawa Barat berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) dari KPU tercatat 31.735.133.

Dengan jumlah suara besar tersebut, Jawa Barat menjadi medan "pertempuran" tokoh dan partai politik skala nasional. Jawa Barat juga disebut menjadi barometer penting peta kekuatan partai politik.

Bahkan, ada yang menyebut bahwa pilkada di Jabar berasa pilpres. Dua partai yang rival di tingkat nasional, PDI-P dan Gerindra, ada di pusaran pertarungan Pilkada Jabar 2018.

Fakta Seputar Pilkada Jawa Barat 2018

Terlebih lagi, daerah ini berdekatan dengan Ibu Kota, sehingga pertarungan parpol untuk menuju pilpres sangat terasa.

Karenanya, parpol pun mengusung calon-calon terbaik di Jawa Barat. Di Pilkada Jabar 2018, empat pasangan berebut kursi gubernur dan wakil gubernur.

Keempat pasangan itu adalah Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), TB Hasanuddin dan Anton Charliyan (Hasanah), Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik), serta Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi atau 2DM.

Pasangan Rindu diusung Nasdem, PKB dan PPP. Lalu Hasanah diusung PDI-P. Adapun pasangan Asyik diusung PKS dan Gerindra, sementara Deddy-Dedi diusung Partai Demokrat dan Golkar.

Keempat pasangan menjadi representasi partai-partai besar yang bakal bertarung sengit pada pilpres mendatang. Bisa dikatakan, bahwa Pilkada Jabar 2018 juga menjadi ajang pemanasan mesin parpol menuju perhelatan Pemilu 2019.

Bagi para pemilih di Jawa Barat, kenali pasangan calon untuk menentukan pilihan. Berikut ini profil empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar yang berlaga dalam kontestasi pada Rabu, 27 Juni 2018.

 

PROFIL
PASANGAN RINDU
 

Pasangan Calon Nomor Urut 1 Pilkada Jabar 2018

Rekam Jejak

 

 

MOCHAMAD RIDWAN KAMIL

Ridwan Kamil pernah menjalani sejumlah profesi, antara lain:
• Creative Ecomomy Advisor of Taiwan (2010)
• Advisor to City of Jakarta for Architectural & Urban Development (2008-now)
• Principal PT. Urbane Indonesia (2004-now)
• Lecturer at Dept of Architecture ITB Indonesia (1995 now)
• Senior Urban Design Consultant, SOM, EDAW ( Hongkong & San Francisco), SAA (Singapore) (2003-now)
• Senior Urban Designer, Skidmore, Owings & Merrill, Int. Ltd. (SOM) Hong Kong & San Francisco (2000 2003)
• Urban Designer/Planner, City of Berkeley Planning Department, Berkeley, California (1999-2000)
• Architect/Designer, Helmuth, Obata + Kassabaum (HOK), Manhattan, New York (1998-1999)
• Junior Architect/UrbanDesigner, Development Design Group (DDG), Baltimore, Maryland (1997-1998)
• Urban Designer, Pusat Studi Urban Desain (PSUD), Jurusan Arsitektur ITB (1995-now)
Organisasi
• Professional Organisation & Public Activities:
• President of Bandung Creative City Forum (BCCF)
• Board of Director Urbane Traveling Fellowship (architecture scholarship)
• Board of Advisor to Bandung Media Arts Movement
• Indonesian Insititute of Architects (IAI)
• American Institute of Architect (AIA), Associate Member
• American Planning Association (APA)
• Berkeley Urban Forum
• SIF ASEAN Visiting Student Alumni

Ridwan Kamil lahir dan dibesarkan dalam keluarga akademisi. Ayahnya adalah guru besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad). Adapun ibunya adalah dosen Universitas Islam Bandung (Unisba).

Meskipun bukan santri secara formal, Ridwan Kamil tumbuh dalam kultur pesantren. Kakeknya adalah KH Muhyidin atau Mama Pagelaran, seorang ulama besar pendiri Pesantren Pagelaran Subang dan Sumedang.

KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018).

Lulus dari SMA 3 Bandung, Ridwan Kamil melanjutkan studi di jurusan arsitektur ITB. Ilmu arsitektur kemudian diperdalamnya di National University of Singapore (NUS). Ilmu desain kota (urban design) dipelajarinya di University of California, Berkeley, Amerika Serikat. Ilmu inilah yang kelak menjadi bekal Ridwan Kamil membangun Kota Bandung.

Pada 2013, Ridwan Kamil yang berlatar belakang profesional dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra sebagai Wali Kota Bandung berduet dengan didampingi Oded Muhammad Danial sebagai wakil wali kota.

Dalam Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung pada 28 Juni 2013, pasangan ini unggul telak dari tujuh pasangan lainnya dengan meraih 45,24 persen suara.

 

Prestasi

Sejumlah penghargaan di bidang desain pernah dia sabet, antara lain:

2011
• Google Chrome l Web Heroes for Indonesia Berkebun
• Indonesia Green Awards Penghargaan Penginspirasi Bumi, Penggagas Indonesia Berkebun
• Indonesia Green Awards Penghargaan Penginspirasi Bumi, Green Building Rasuna Epicentrum

2010
• BCI Asia Top Ten Architecture Business Award
• The 6th Winner of The Best Design Architecture Consultant, Citradata Award
2009
• Architect of the Year from Elle Décor Magazine.
• BCI Asia Top Ten Architecture Business Award

2008
• Winner first prize : Design competition for Tangerang Gateway, 2008
• BCI Asia Top Ten Architecture Business Award
2007
• Winner first prize : International Design competition for Aceh Tsunami Museum
• Winner first prize : Design competition Bintaro CBD Master Plan, Jakarta
• Winner first prize : Design competition Jakarta Stock Exchange, Jakarta

2006
• Winner International Young Design Entrepreneur of the Year from British Council Indonesia
• Winner Best Commercial/Superblock Project for Rasuna Epicentrum by Property&Bank Magazine
• Winner Mowilex Design Awards (Al-Azhar International School)
• Winner first prize : Design competition Kemayoran Urban Gateway
• Winner second prize : National design competition - Penabur International School, Jakarta

2005
• Winner first prize : International Design competition Waterfront Retail Masterplan, Suzhou, RRC
• Winner first prize : International Design competition Kunming Tech Park, Kunming, RRC
• Winner first prize : Design competition - IT-Center Pupuk Kaltim, Balikpapan
• Winner first prize : National design competition University of Tarumanagara
• Winner second prize : National design competition - Agung Sedayu Club House, Jakarta
• Winner third prize : National design competition Jatinegara District Revitalization, Jakarta

2004
• Winner first prize : International Design competition - Islamic Center, Beijing, RRC,
• Winner second prize : Design competition Senen District Revitalization

Adapun sebagai wali kota, Ridwan Kamil juga sudah meraih sejumlah penghargaan, antara lain:
• Freminister Fellowship dari Perdana Menteri Selandia Baru
• World Intellectual Property Organization (WIPO) Medal for Creativity
• Tata Kelola Pemerintah Terbaik dari Kementerian PAN-RB
• Adipura Kirana
• Lencana Manggala Karya Kencana
• Penghargaan dari Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Annual Conference 2015
• Finalis Smart City di Barcelona
• Kota Desain Dunia (City of Design) dari Unesco PBB
• Tokoh Publik Inspirasional dari IPRAS (Indonesia Public Relation Award and Summit)
• Adipura Kategori Kota Metropolitan
• Penghargaan Government and Private Partnership for Public Spaces Provision ( Europe World Congress; Mayor Caucus)
• Standar Pelayanan Publik dari Ombudsman
• Adiupaya Puritama
• Raskin Award
• Pramadhana Madya Nugraha
• Penghargaan Pemerintah Daerah dengan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) Terbaik 2014 dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

UU RUZHANUL ULUM

UU tercatat pernah menjadi sejumlah organisasi, antara lain:
• Pengurus Harian DPW PPP Provinsi Jabar, 2011-Sekarang
• Pelindung KONI Kabupaten Tasikmalaya, 2010-2016
• Pembina Pengcab PSSI Kabupaten Tasikmalaya, 2011-2015

Prestasi

• 2014, Tanda Kehormatan Lencana Adhi Bhakti Tano Nelayan Muda dari Ketua KTNA Nasional
• 2014, Juara I Tingkat Provinsi Jawa Barat Program Penanaman Satu Miliar Pohon.
• 2016, Satya Lencana dari Presiden Jokowi
• 2017, Kementerian Keuangan RI atas LKPD tahun 2016 dengan capaian standar tertinggi

ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI
Bupati Tasikmalaya sekaligus bakal calon wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, memperlihatkan surat keputusan persetujuan DPP PPP untuk calon Gubernur dan calon wakil Gubernur Jabar di Pendopo Lama, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (25/10/2017). Setelah Partai Nasdem dan PKB, PPP mengusung Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk maju menjadi Gubernur Jawa Barat 2018-2022 didampingi Uu Ruzhanul Ulum yang juga kader PPP. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc/17.

Uu Ruzhanul Ulum merupakan politikus yang tumbuh di lingkungan pesantren. Semasa hidupnya, ia banyak mengabdikan diri di pesantren Miftahul Huda yang didirikan oleh kakeknya, KH Choer Affandi.

Ketertarikan Uu pada dunia politik sudah tumbuh sejak remaja. Bahkan, pada usia 18 tahun ia sudah aktif sebagai kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Tiga tahun setelah lulus dari Universitas Siliwangi, ia duduk di kursi DPRD Kota Tasikmalaya periode 2004-2009.

Karier politiknya kian menanjak setelah ia terpilih menjadi Bupati Tasikmalaya pada 2011. Dia kembali mencalonkan diri sebagai bupati pada 2016. Pada pencalonan kedua itu dia melawan kotak kosong alias calon tunggal dan kemudian kembali terpilih melalui mekanisme pemungutan suara setuju atau tidak setuju.

Selama dua periode menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, Uu mengantongi sedikitnya 32 penghargaan. Bidang pertanian menjadi andalan program Uu membangun Tasikmalaya.

Uu pun mendapat penghargaan dari Menteri Pertanian atas peran aktifnya dalam peningkatan pembangunan di bidang pertanian serta peningkatan produksi gabah pada 2014.

Sementara di tingkat nasional, Uu juga menerima Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI karena dianggap berjasa bagi negara dalam bidang pertanian.

 

PROFIL
PASANGAN HASANAH

Pasangan Calon Nomor Urut 2 Pilkada Jabar 2018

Rekam Jejak

 

TB HASANUDDIN

Lelaki ini memiliki karier panjang di militer. Kariernya bermula di Kodam III dan AKABRI Darat Magelang dan pada 1974. Sejak itu, sejumlah jabatan penting militer pernah dia lakoni selain beragam penempatan.

SIGID KURNIAWAN
TB Hasanuddin. Foto diambil pada Minggu (7/1/2018)

TB Hasanuddin, misalnya, pernah menjadi ajudan Presiden pada 1998-1999, sebelum menjadi Kepala Garnizun Jakarta pada 1999-2001 dan bertugas lagi di lingkungan Istana Negara sebagai Sekretaris Militer Presiden pada 2001-2005.

Terkait penugasan yang pernah dijalani selama aktif di militer, TB Hasanuddin antara lain tercatat bertugas antara lain sebagai Pasukan Perdamaian PBB pada 1992-1993, pernah pula menjadi dosen di Sesko AD Bandung pada 1989-1992, penempatan di Kodam I Aceh pada 1983-1985, Kostrad pada 1993-1994, Kodam Jaya pada 1994-1996, dan terakhir menjadi Perwira Tinggi di Mabes TNI.

Selain berlatar belakang militer, TB Hasanuddin juga sudah malang melintang di dunia politik melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Salah satu kiprahnya adalah menjadi Wakil Ketua Komisi I DPR.

Prestasi

Selama karier militer tersebut, TB Hasanuddin mendapatkan sejumlah penghargaan antara lain:

- Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun, 16 Tahun, dan 24 Tahun
- Satya Lencana Penugasan dari PBB
- Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
- Satya Lencana Dwidy Sista
- Satya Lencana Wirakarya
- Santi Dharma Garuda XI
- Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
- Bintang Yudha Dharma Nararya

 

ANTON CHARLIYAN

Sosok ini lama berkarier di kepolisian, dengan posisi terakhir menjadi Wakalemdiklat Polri pada 2017.

Dokumentasi Tim Sukses Hasanah
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 2, Anton Charliyan atau disapa Kang Anton melakukan kunjungan ke Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis (31/5/2018).

Sebelum itu, Anton pernah menempati sejumlah jabatan strategis, seperti Kapolda Jawa Barat pada 2016, Kadiv Humas Polri Pada 2015, Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya pada 2003, dan Kabag Serse UM Dit Serse Polda Jawa Timur.

Anton pernah pula tercatat bertugas di Lemdikpol, Polres Wajo di Sulawesi Selatan, Polda Kalimantan Tengah, dan di beberapa kepolisan resor di wilayah Polda Kalimantan Barat.

Prestasi

Dari perjalanan kariernya tersebut, Anton mendapatkan sejumlah penghargaan, antara lain:

2014
- SL Kesetiaan 24 Tahun
- SL Kesetiaan 16 Tahun
- Bintang Bhayangkara Nararya
- SL Kesetiaan 8 Tahun
- SL Owndja Sistha

2016
- Bintang Bhayakara Pratama

2017
- SL Karya Bhakti 

PROFIL
PASANGAN ASYIK

Pasangan Calon Nomor Urut 3 Pilkada Jabar 2018

 

Rekam Jejak

 

SUDRAJAT

Sudrajat tercatat lama berkarier di bidang militer. Dalam kariernya sejak 1970-an, Sudrajat antara lain pernah menjadi perwira teknik untuk batalion Indonesia yang bertugas dengan bendera UNEF di Mesir pada 1974.

Selain itu, Sudrajat pernah pula bertugas di Washington DC, Amerika Serikat, sebagai Pbu Atase Pertahanan, pada 1980. Dia kembali lagi bertugas di kota itu pada 1997, saat bertugas sebagai Atase Pertahanan KBRI Washington seusai menuntaskan tugas sebagai Atase Pertahanan KBRI London, Inggris, yang dimulai pada 1994.

KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA
Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Sudrajat, tiba di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Kota Bandung, tempat digelarnya debat publik Pilkada Jawa Barat, Senin (12/3/2018).

Kembali ke Indonesia, Sudrajat bertugas sebagai Kapuspen TNI pada 1999 kemudian menjadi Staf Ahli Panglima TNI pada 2000. Sesudah itu, Sudrajat menempati jabatan Dirjen Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan pada 2001.

Pada 2005, Sudrajat menjadi Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia. Terakhir, Sudrajat menjadi Wakil Ketua LIC, Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, Budaya Indonesia-China, pada 2012.

Mayjend TNI (Purn) H Sudrajat MPA atau biasa disapa Kang Ajat, menghabiskan masa pendidikan SD-Sekolah Teknik Menengah (1961-1967) di Bandung. Kemudian mengenyam pendidikan tinggi di Master in Public Administration Harvard University, Amerika Serikat.

Sekembalinya dari China, ia terlibat aktif di berbagai organisasi. Salah satunya menjabat Ketua LIC (Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia China).  Ia mengantongi berbagai prestasi di antaranya Medali PBB dalam penjaga perdamaian di Mesir.

Di bidang politik, sebelum bergabung dengan Partai Gerindra, ia merupakan mantan Ketua DPW Nasdem Jawa Barat. Ia pun dipilih Gerindra untuk maju sebagai calon gubernur Jawa Barat dalam Pemilihan Gubernur Jabar 2018.

Prestasi

Satya Lencana Kesetiaan VIII Tahun
Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun
Satya Lencana Kesetiaan XXIV Tahun
Santi Dharma Garuda VIII (penugasan penjaga perdamaian PBB di Mesir)
Medali PBB untuk Penjaga Perdamaian di Mesir
Satya Lencana Yudha Dharma Naraya
Legion Merit, USA (Peningkatan Hubungan Bilateral Indonesia-USA)
Bintang Yudha Dharma Pratama
Bintang Kartika Eka Paksi Pratama

 

AHMAD SYAIKHU 

Ahmad Syaikhu dibesarkan sebagai seorang santri di salah satu pesantren tertua di Indonesia, Buntet, yang berlokasi di Cirebon. Selain pesantren ia mengenyam pendidikan umum.

Pendidikan dasar sampai kelas V dilaluinya di SDN Ciledug III. Seiring dengan kepindahan ayahnya sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sinanglaut Cirebon, ia melanjutkan sekolah di Sindangbarang hingga SMA.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan mengawali kariernya sebagai auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumatera Selatan pada 1986. Beberapa tahun kemudian ia terjun ke dunia politik.

Pada 2004, ia terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bekasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia kemudian mencoba peruntungannya dengan mencalonkan diri menjadi Wali Kota Bekasi pada Pilkada 2008, namun kalah.

KOMPAS.com/FARIDA FARHAN
Cawagub Jabar Ahmad Syaikhu menyebut jalannya debat pilkada pertama pada Minggu (12/3/2018) malam penuh persahabatan.

Hingga akhirnya tahun 2009 ia kembali terpilih menjadi anggota DPRD periode 2009-2013. Di tahun 2013, ia kembali memperebutkan kursi pimpinan Bekasi, kali ini sebagai calon Wali Kota Bekasi, berpasangan dengan Rahmat Efendi yang di Pilkada sebelumnya menjadi rivalnya.

Pasangan Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu pun terpilih menjadi Wali Kota-Wakil Wali Kota Bekasi periode 2013-2018. Dua tahun pascaterpilih sebagai wakil wali Kota Bekasi, ayah dari enam anak ini pun dipercaya menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Barat (DPW PKS Jabar).

Selain di politik, Syaikhu tercatat aktif di beberapa kegiatan sosial, ekonomi, dan keagamaan. Ia juga didapuk menjadi Ketua Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) cabang Kota Bekasi. Setelah dua periode menjabat sebagai ketua Perbakin, kini dia dipercaya sebagai pembina.

Pada 2018 ini, ia dipilih PKS untuk maju sebagai wakil calon gubernur Jawa Barat dalam Pemilihan Gubernur Jabar 2018, berpasangan dengan Sudrajat. Pasangan ini didukung Gerindra, PKS, dan PAN.

PROFIL
PASANGAN DEDDY-DEDI

Pasangan Calon Nomor Urut 4 Pilkada Jabar 2018

Rekam Jejak


DEDDY MIZWAR


Dibesarkan oleh seorang ibu, Suni’ah, yang merupakan pemimpin sanggar seni Betawi, membuat darah seni mengalir di tubuh Deddy Mizwar. Sejak kecil, Deddy kerap diajak mengadakan kegiatan seni di kampung sekitarnya.

Kecintaan pada seni pulalah, yang membuat aktor keturunan Betawi-Belanda-Bugis ini hanya bertahan dua tahun di Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Kecintaannya pada dunia seni terutama seni peran membuatnya fokus menjadi aktor, yang dalam perkembangannya menjadi sutradara dan produser.

Kiprahnya sebagai sineas terbilang sukses. Berbagai penghargaan diraihnya. Namun ketenaran digenggamnya, masih menyisakan ruang hampa.

ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA
Calon Gubernur Jawa Barat Nomor Urut 4, Deddy Mizwar

Deddy Mizwar kerap terkenang masa kecilnya yang tumbuh di tengah nuansa religius Betawi. Pergolakan batin itu yang membuatnya memutuskan untuk berkarya dengan selalu menyisipkan nilai ibadah.

Ketika sinetron bernapaskan religi masih langka, Deddy membuat tayangan "Hikayat Pengembara" yang tayang di bulan Ramadhan. Kesuksesan tersebut kemudian membuat suami dari R Giselawati Wiranegara itu menelurkan sinetron-sinetron religius lainnya.

Deddy berpandangan bahwa film merupakan salah satu media dakwah yang paling efektif untuk menyampaikan pesan-pesan Islam kepada masyarakat luas.

Di tengah cibiran masyarakat mempertanyakan kredibilitas selebritas yang terjun ke politik, tak menyurutkan Ahmad Heryawan untuk menggandeng Deddy Mizwar di Pilgub Jabar 2013.

Ketika itu, Ahmad Heryawan (Aher) menilai, Deddy sebagai sosok yang memiliki integritas dan berkarakter, serta dianggap sebagai tokoh kuat di Jabar. Hasilnya, mereka menang pilkada satu putaran.

Selama keduanya menjabat, Provinsi Jawa Barat telah meraih 234 penghargaan di berbagai bidang. Kini, Deddy Mizwar kembali maju di Pilgub Jabar 2018 berpasangan dengan Dedi Mulyadi.

Prestasi

1986 Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Arie Hanggara
1986 Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI dalam Opera Jakarta
1987 Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Naga Bonar
1987 Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI dalam Kuberikan Segalanya
1996 Pemeran Pembantu Pria PialaTerbaik Piala Vidia FSI dalam Vonis Kepagian
1999 Pemeran Pria Terbaik dan Sutradara Terbaik sekaligus Sinetron Terbaik FSI dalam Mat Angin
2007 Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Naga Bonar Jadi 2
2006 Sutradara Terbaik Festival Film Bandung (FFB)
2005 Lifetime Achievement SCTV Awards

 

DEDI MULYADI

Saat mahasiswa, Dedi Mulyadi muda aktif di berbagai organisasi. Pada 1994, ia dipercaya menjadi Senat Mahasiswa STH Purnawarman kemudian Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta.

Sikap kritis Dedi Mulyadi, serta bekal pengalamannya di organisasi, mengantarkan suami Anne Ratna Mustika itu menjadi anggota DPRD Purwakarta pada 2001.

Karier politik Dedi terbilang melesat. Hanya duduk di kursi dewan selama tiga tahun, ia dipinang Lily Hambali Hasan untuk mendampinginya menjadi Wakil Bupati Purwakarta.

KOMPAS.com/ IRWAN NUGRAHA
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berkunjung ke Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Kamis (5/4/2018).

Pada 2008, Dedi mencalonkan diri menjadi Bupati Purwakarta dan terpilih kembali tahun 2013. Selama dua periode menjabat, Dedi dikenal membangun daerah berbasiskan kearifan lokal.

Dedi Mulyadi dikenal sebagai kepala daerah yang mengedepankan pembangunan berbasis kearifan lokal. Meski begitu, ia tetap mampu menyinergikan budaya, agama, dan teknologi dalam kebijakan yang dijalankan di Purwakarta.

Beberapa kebijakan yang diterapkan Dedi di Purwakarta terbilang unik. Misalnya, semua guru di Purwakarta dilarang memberikan pekerjaan rumah. Materi pelajaran akademis harus dituntaskan di sekolah.

Pria yang kerap mamakai iket khas Sunda itu juga pernah memberikan batasan waktu apel ke rumah pacar, hanya sampai pukul 9 malam. Menurut dia, aturan adab bertamu merupakan upaya mengembalikan kearifan budaya Sunda.

Dedi Mulyadi terlahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Ahmad Suryana, adalah purnawirawan dengan pangkat terakhir prajurit kader. Kondisi kesehatan Ahmad yang tidak baik membuatnya hanya bisa mengabdi di kemiliteran sampai usia 28 tahun. Ia lalu bekerja di perkebunan.

Sang ibu, Karsiti, harus membantu ekonomi keluarga. Ia menghidupi sembilan anaknya dengan membanting tulang, menjadi kuli tandur, hingga mencangkul di sawah.

Jika ingin jajan, Dedi harus mencari uang sendiri. Ia pernah membantu berjualan es mambo, layang-layang, dan kayu bakar yang dikumpulkan sepulang sekolah.

Masa remaja Dedi juga prihatin. Ia harus rela melepas keinginannya untuk kuliah di Universitas Padjadjaran karena tidak memiliki cukup dana. Meskipun demikian, namanya sempat masuk dalam daftar calon mahasiswa yang lolos seleksi di Unpad.

Alhasil, Dedi melanjutkan studinya di Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman Purwakarta. Itu pun terbilang nekat. Untuk membiayai kuliahnya, Dedi harus berjualan beras dan gorengan.

PRESTASI

2014 Anubhawa Sasana Desa/Kelurahan dari Menteri Hukum dan HAM
2014 MURI Pemrakarsa dan Penyelenggara Pawai Memakai Cetok oleh Peserta Terbanyak.
2015 Bapak Seni dan Pendidikan Purwakarta dari Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Purwakarta
2015 Apresiasai atas Inovasi “Gempungan di Buruan Urang Lembur” Kabupaten Purwakarta sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan publik dari Kemenpan RB.
2015 Maecenas dari Federasi teater Indonesia (FTI)
2015 Anugerag Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia dari PWI
2016 Kepala Daerah di Jabar yang berdedikasi dalam perlindungan dan pemenuhan atas hak kebebasan beragama dan berkeyakinan dari Komnas HAM.
2016 Pemimpin Teladan Demokrasi dari Dewan Pembina The Sekarno Center
2016 Tokoh yang berkontribusi besar dalam Gerakan Pramuka dari Presiden Jokowi
2016 Konsistensi Purwakarta dalam mendukung kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dari TNI AD.
2016 Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi dari Kemendikbud
2016 Dwidja Praja Nugraha dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
2017 Honoris Causa dari Polda Jabar
2017 Harmoni Award 2016 dari Kementerian Agama

Visi, Misi, dan Program Kerja
Pasangan Rindu

KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Pasangan calon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dalam debat publik Pilgub Jabar terakhir, Jumat (22/6/2018).

Visi:
Terwujudnya Jabar Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi

Misi:
1. Membentuk manusia Pancasila yang bertakwa melalui peningkatan peran masjid sebagai pusat peradaban.
2. Melahirkan manusia yang berbudaya, berkualitas, bahagia, dan produktif melalui pelayanan publik inovatif.
3. Mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembangunan berbasis lingkungan dan tata ruang yang berkelanjutan melalui konektivitas dan penataan daerah.
4. Meningkatkan produktivitas daya saing ekonomi umat yang sejahtera dan adil melalui pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi pusat-pusat inovasi serta pelaku pembangunan.
5. Meningkatkan tata kelola pemerintah yang inovatif melalui kepemimpinan yang kolaboatif.

Program Kerja:
1. Akses pendidikan untuk semua (smart class untuk semua satu universitas di kabupaten dan kota).
2. Desentralisasi layanan kesehatan (layanan rawat, pembangunan dan revitalisasi rumah sakit serta posyandu multifungsi)
3. Pertumbuhan ekonomi umat berbasis inovasi (digital ekonomi, pengembangan pusat inovasi, creative/start-up hub, resi gudang pertanian per Kabupaten, kredit tanpa bunga/agunan melalui masjid)
4. Pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata (1 kota/kabupaten 1 destinasi wisata unggul, pengembangam infrastruktur dan SDM pariwisata)
5. Pesantren Juara (modernisasi dana umat, tunjangan santri dan ulama, modernisasi manajemen pesantren 1 pesantren 1 produk atau pesantren mart)
6. Infrastruktur konektivitas wilayah (jalan mulus di Jawa Barat dan transportasi massal berbasis kereta)
7. Gerbang Desa (1 desa 1 BUMDes atau one village one product, tunjangan desa, irigasi pertanian desa, internet masuk desa)
8. Subsidi gratis golongan ekonomi lemah (rumah gratis, transportasi gratis, pelayanan kesehatan gratis, pendidikan gratis, sembako gratis)
9. Inovasi dan penataan pelayanan publik (Smart Province melalui e-planning budgeting, e-remunerasi, e-monev, smart city/village, pemekaran daerah Tk 2/desa)


Visi, Misi, dan Program Kerja Pasangan Hasanah

KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat, TB Hasanuddin-Anton Charliyan dalam debat publik Pilgub Jabar terakhir, Jumat (22/6/2018).

Visi:
Terwujudnya Rakyat Jawa Barat Makmur Berbasis Sumber Daya Alam dan Budaya

Misi:
1. Menjadikan masyarakat Jawa Barat yang ber-sumber daya dan ber-daya saing berbasis nilai-nilai budaya dan agama.
2. Mempercepat pembangunan Infrastruktur berbasis keserasian lingkungan dan tata ruang.
3. Menjadikan Jawa Barat sumber pangan daerah dan nasional.
4. Membangun pusat pusat kegiatan ekonomi yang merata.
5. Mewujudkan Kinerja birokrasi yang bersih, profesional dan berintegritas.

Program kerja:
Program-program Pasangan Hasanah diberi nama Sawelas Asih mencakup:
• Penyediaan lapangan pekerjaan (Boga Gawe).
• Pembangunan, renovasi dan penyediaan rumah murah untuk rakyat (Imah Rempeg).
• Penggratisan biaya sekolah khususnya tingkat SMA (Sakola Gratis).
• Penyediaan sarana dan pelayanan kesehatan (Jabar Cageur).
• Pembangunan infrastruktur pariwisata serta perbaikan stabilitas keamanan dan lingkungan hidup dan budaya (Turkamlingbud)
• Pengawasan kinerja ASN melalui website molotot.com.
• Ketahanan pangan dan peningkatan pertanian (Jabar Sebeuh)

 

Visi, Misi, dan Program Kerja Pasangan Asyik

ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Sudrajat (kiri) dan Ahmad Syaikhu menyampaikan visi dan misi saat Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/3/2018). Debat pertama calon gubernur dan wakil gubernur Jabar tersebut mengangkat sejumlah isu seperti politik, hukum, ekonomi, pemerintahan daerah, UMKM, dan infrastruktur.

Visi:
Jawa Barat termaju, bertakwa, aman, dan sejahtera untuk semua.

Misi:
1. Membangun manusia Jawa Barat yang memuliakan agama, sehat, dan unggul.
2. Meningkatkan kesejahteraan melalui penumbuhan dan pemerataan ekonomi yang berdaya saing berbasis kerakyatan dan potensi lokal.
3. Mengembangkan infrastruktur modern, humanis, dan berkelanjutkan untuk kepentingan rakyat dengan memerhatikan potensi sumberdaya alam dan lingkungan.
4. Membangun masyarakat yang bergotong royong, toleran, dan harmoni selaras nilai budaya jabar yang luhur.
5. Melaksanakan tata kelola pemerintahan yang profesional, melayani dan partisipatif melalui kepemimpinan yang teladan, mengayomi, dan merakyat.

Program Kerja:
Tiga program unggulan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik):
1. Keumatan
- Menambah 15.000 kobong pesantren
- Dana intensif bagi mubaligh
- Dana pembinaan majelis ta’lim
2. Ekonomi
- Jabar nyambung (100 persen koneksi internet di desa, ekonomi kerakyatan kreatif berbasis digital)
- Bantuan benih, pupuk, bibit, traktor, dan sarana produksi lainnya untuk petani dan nelayan.
- 300.000 wirausaha baru (ekonomi kreatif, pemuda dan perempuan).
3. Jaminan kesehatan dan pendidikan
- Kartu sehat asyik dan kartu cerdas
- Bantuan dan insentif untuk posyandu
- Lapangan voli yang layak per desa, lapangan futsal outdoor per kecamatan

Survei Elektabilitas
Menjelang pencoblosan, hasil suvei elektabilitas pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) berada di posisi ketiga, setelah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Pasangan Asyik hanya unggul dari satu pasangan calon yakni TB Hasanuddin-Anton Charliyan.

 

Visi, Misi, dan Program Kerja Pasangan 2DM

ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (kiri) dan Dedi Mulyadi menyampaikan visi dan misi saat Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/3/2018). Debat pertama calon gubernur dan wakil gubernur Jabar tersebut mengangkat sejumlah isu seperti politik, hukum, ekonomi, pemerintahan daerah, UMKM, dan infrastruktur.

Visi:
Mewujudkan Jabar yang adil, sejahtera dan berkarakter

Misi:
- Pemerintah yang baik dan bersih
- SDM berkualitas
- Tata kelola ruang, infrastruktur, dan SDA yang berkeadilan
- Meningkatkan iklim investasi
- Mendata kehidupan sosial Jabar yang berbudaya dan agamis

Program Kerja:
1. Penyediaan air baku untuk air minum dan irigasi pada setiap daerah rawan air.
2. Penyediaan listrik untuk rakyat pada daerah yang belum terjangkau pelayanan listrik.
3. Penyediaan pangan dan makanan tambahan bergizi untuk daerah rawan pangan dan masyarakat penyandang gizi buruk.
4. Pembangunan ruang kelas baru, unit sekolah baru, peningkatan kesejahteraan guru, dan pemerataan kesempatan layanan pendidikan hingga perguruan tinggi.
5. Pelayanan uji kompetensi, sertifikat keterampilan/keahlian dan pemagangan kerja bagi pencari kerja dan kaum buruh.
6. Pembangunan Puskesmas rawat inap dan penyediaan tenaga medis berdasarkan kebutuhan daerah.
7. Percepatan pertumbuhan wirausaha baru, kemitraan, dan layanan terhadap akses modal.
8. Pertumbuhan ekonomi dengan mendorong daya saing melalui pariwisata berbasis budaya.
9. Pengelolaan tata ruang, lingkungan hidup, dan infrastruktur termasuk rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

SURVEI ELEKTABILITAS

Perbandingan Hasil Survei Elektabilitas Pilkada Jawa Barat 2018

Video
Debat Publik Pertama
Pilkada Jawa Barat 2018