JEO - Tokoh

Rabu, 30 September 2020 | 20:07 WIB

VALENTINO ROSSI,
KILAS BALIK
MENUJU 22 TAHUN

LAJU PEBALAP TERTUA
ERA MODERN MOTOGP

Valentino Rossi dipastikan bergabung ke Petronas SRT untuk laga MotoGP musim 2021. Bila itu terlaksana, Rossi akan jadi pebalap tertua era modern MotoGP.

Ini kisah dan catatan perjalanan Rossi di lintasan balap profesional.

PEBALAP asal Italia, Valentino Rossi, dipastikan tetap membalap di MotoGP 2021. Kepastian ini diumumkan pada Sabtu (26/9/2020), di sela seri balap GP Catalunya.

Musim depan, Rossi bergabung dengan Petronas SRT, tim balap asal Malaysia yang kini jadi satelit Yamaha.

Baca juga: Valentino Rossi Bergabung dengan Petronas Yamaha SRT

Bagi Rossi, musim 2021 merupakan tahun ke-22 melaju di lintasan MotoGP dan musim ke-26 untuk keikutsertaannya di ajang balap motor profesional dunia.

Kepastian ini meneguhkan Rossi sebagai pebalap tertua yang berlaga di kelas utama balap era modern MotoGP.

Baca juga: Penyebab Rumitnya Proses Kepindahan Valentino Rossi ke Petronas

Pada 16 Februari 2021, pebalap yang kini ada di tim Monster Energy Yamaha tersebut akan berusia 42 tahun. 

Ini kilas balik perjalanan Rossi di balap motor paling bergengsi sejagat. Catatan MotoGP 2020 yang kini masih berlangsung akan menjadi pengujung tulisan. 

 

 MENU: 

PERJALANAN VALENTINO ROSSI DI MOTOGP

ROSSI naik ke kelas utama balap motor dunia pada 2000, di usia 21 tahun. Ketika itu, musim balap dimulai di Sirkuit Phakisa Freeway, Afrika Selatan, yaitu pada 17 Maret 2000. 

Waktu itu, balap kelas utama ini masih bernama GP500. Saat Rossi melakoni debut, para rivalnya di MotoGP saat ini banyak yang masih balita dan anak-anak.

Misal, pebalap Petronas Yamaha, Fabio Quartararo, waktu itu baru berusia satu tahun. Lalu, pebalap tim Pramac Ducati, Francesco "Pecco" Bagnaia, baru berumur tiga tahun.

Rossi masih bertahan di lintasan, berpacu dengan pebalap yang masih bocah ketika dia sudah menapaki jalur balap MotoGP.

Pecco adalah anak didik Rossi yang sempat menimba ilmu di VR-46 Academy. Dia satu generasi dengan jagoan Suzuki Ecstar yang kini sedang naik daun, Joan Mir.

Ketika Rossi naik ke kelas utama, rekan setimnya saat ini, Maverick Vinales, berusia lima tahun. Adapun sang juara bertahan dan jagoan Repsol Honda, Marc Marquez, berumur tujuh tahun. 

Generasi berganti, Rossi masih bertahan di lintasan, berpacu dengan pebalap yang masih bocah ketika dia sudah menapaki jalur balap MotoGP.

Hingga tengah musim MotoGP 2020, Rossi telah mengoleksi sembilan gelar juara dunia balap motor. Tujuh di antaranya adalah gelar di kelas utama alias MotoGP. Gelar juara dunia terakhir dia raih pada musim 2009.

Kilas Balik Valentino Rossi (2000-2009) - (KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI)

Selama kurun 2000-2020, Rossi pernah bertarung dengan pebalap era Alex Criville dan Kenny Roberts Jr.

Dia juga pernah adu laju dengan pebalap angkatan Max Biaggi dan Sete Gibernau, disusul generasi Marco Melandri dan Nicky Hayden, berlanjut dengan angkatan Casey Stoner, Dani Pedrosa, dan Jorge Lorenzo.

Rossi tercatat sebagai pebalap tertua yang masih aktif berlaga di MotoGP.

Semua nama itu sudah tak lagi membalap di lintasan MotoGP meski sebagian dari mereka berusia lebih muda dibanding Rossi.

Rossi tercatat sebagai pebalap tertua yang masih aktif berlaga di MotoGP—kerap disebut juga sebagai era modern balapan motor paling bergengsi ini.

Perkecualian hanya terjadi pada MotoGP 2011, saat pebalap Sinichi Ito mendapat wild card untuk berlaga di MotoGP Motegi. Pada waktu itu Ito berusia 44 tahun.

Namun, masa paling aktif Ito di laga pro 500 cc adalah pada kurun 1988 hingga 1992 dengan tunggangan Honda NSR500.

Penampilan Ito pada 2011 adalah bentuk dukungan semangat bagi korban tsunami yang menyapu Jepang setelah gempa terbesar dalam sejarah Negeri Sakura pada 11 Maret 2011. 

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa dan Tsunami Tohoku BIkin Jepang Tertunduk Lesu

Istilah MotoGP mulai diperkenalkan pada 2002 bersamaan dimulainya era mesin 4 tak. Sebelumnya, kelas utama  ajang balap roda dua ini dikenal dengan nama GP500, yang membatasi kapasitas total mesin hingga 500 cc saja.

Era itu identik dengan masa jaya mesin 2 tak di arena balap karena keunggulan tenaga dan akselerasi dibanding 4 tak yang ada.

Istilah MotoGP mulai diperkenalkan pada 2002.

Era modern balap sepeda motor paling bergengsi membolehkan kapasitas total mesin sampai 1.000 cc. Para pebalap pun menunggangi sepeda motor yang mesinnya mengadopsi 4 langkah dalam siklus pembakaran dapur pacu (4 tak). 

Di era modern balapan motor, Rossi memang satu-satunya yang berusia kepala empat dan masih berpacu di lintasan. Namun, dia bukan satu-satunya pebalap tertua sepanjang masa yang pernah tampil di grand prix balap motor kelas utama.

Dikutip dari laman MotoGP.com, ada beberapa pebalap legendaris yang pernah tampil di kelas utama balap motor saat telah berusia kepala empat.

Baca juga: Masih Belum Ngerti Bedanya Mesin 2 Tak dan 4 Tak? Enggak Sekadar Ngebul, Ini Penjelasannya

Pertama, pebalap asal Inggris, Ferguson Anderson. Ia tercatat masih membalap di usia 44 tahun 237 hari pada 1953.

Anderson juga masih tercatat  sebagai pemegang rekor pebalap tertua yang pernah memenangi balapan di kelas utama.

Baca juga: MotoGP 2016, Musim Penuh Rekor

Lalu, ada Jack Findlay. Pebalap asal Australia ini tercatat pernah tampil di lintasan balap di usia 42 tahun 85 hari pada 1977.

Pebalap berusia kepala empat lain yang pernah tampil di kelas utama adalah Les Graham. Ia berusia 41 tahun 21 hari saat berlaga pada 1952.

Kilas Balik Valentino Rossi (2010-2019) - (KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI)

 


 

 MENU: 

ROSSI, DAYA TARIK MOTOGP

VALENTINO Rossi bisa jadi tak lagi diandalkan untuk naik podium MotoGP. Rivalnya sekarang jauh lebih muda. Tak bisa disangkal, balap motor butuh nyali dan adrenalin selain adu skill.

"Valentino melakukan apa yang dia bisa tetapi dia tidak bisa mengikutinya," kata legenda MotoGP asal Italia, Giancomo Agostini, dalam wawancara dengan surat kabar Italia, Quotidiano Nazionale pada Juli 2019.

Performa Valentino Rossi 1996-2019 - (DOK KOMPAS/HANS)

Meski dianggap sudah sulit jadi juara lagi, Rossi punya daya tarik tersendiri yang belum bisa digantikan pebalap yang jadi rivalnya.

"Rossi adalah sosok yang akan memberi kita kesempatan mempertahankan sebagian penonton yang bisa hilang ketika dia pensiun," ungkap eks manajer tim Aprilia, Carlo Pernat, seperti dikutip dari GPOne edisi 15 April 2020.

Menurut Pernat, CEO Dorna selaku promotor MotoGP Carmelo Ezpeleta paham betul soal daya tarik Rossi ini. Karenanya, dia pun berkeyakinan Rossi memang akan tetap bertahan di lintasan MotoGP musim depan.

Ezpelata pun tak memungkiri pernyataan Pernat. Sepanjang Rossi masih senang membalap, Ezpelata menyatakan siap membantu The Doctor, sebutan untuk Rossi. Dia pun mengaku tak pernah bertanya kapan Rossi akan pensiun.

"Apakah saya ingin dia bertahan? Jika dia mau, ya, Valentino bisa tinggal di sini selama dia menikmatinya. Dan saya senang dia melakukannya," ujar Ezpeleta seperti dikutip GPOne pada 24 April 2020.

Popularitas Rossi

Popularitas Rossi sebagai pebalap MotoGP juga tercermin di media sosial. Tak ada satu pun pebalap dunia yang mengalahkan popularitasnya di situ.

Akun Instagram Rossi tercatat memiliki 9,4 juta pengikut. Buat pembanding, pengikut Marquez tercatat 5,2 juta akun.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Valentino Rossi (@valeyellow46) pada

Kondisi sama juga terjadi di Twitter. Rossi memiliki 5,5 juta pengikut, sementara Marquez punya 2,5 juta pengikut.

Di Facebook, akun resmi Rossi disukai 13 juta pengguna dan Marquez "hanya" 4 juta pengguna.

Tingginya popularitas Rossi diakui rekan-rekannya. Pebalap muda MotoGP yang musim depan akan menggantikan posisi Rossi di tim utama Yamaha, Fabio Quartararo, mengakui The Doctor punya basis penggemar yang besar.

Rossi akan terus menjadi yang terbaik, tanpa perlu memenangkan gelar lagi.

~Pol Espargaro.

"Bahkan nenek saya yang tidak mengikuti MotoGP tahu tentang Rossi. Dia (Rossi) mampu menjangkau kalangan penggemar yang lebih luas," kata Quartararo seperti dikutip Cycle World pada 3 Juli 2020.

Sementara itu, pebalap tim KTM Pol Espargaro menyebut popularitas Rossi berdampak baik pula bagi MotoGP.

"Rossi akan terus menjadi yang terbaik, tanpa perlu memenangkan gelar lagi," kata Espargaro.

Espargaro berpendapat bahwa Rossi menjaga performa dan popularitasnya demi dunia balap motor. 

"Dia telah mengubah MotoGP menjadi merek yang kuat," ucap Espargaro dikutip dari GPOne pada 24 April 2020.

Bahkan, kata Espargaro, pendukung Rossi di Sirkuit Catalunya tak kalah banyak dibanding Marquez. Padahal, sirkuit ini semestinya adalah basis massa Marquez yang asli Spanyol.

"Orang-orang menyukai Valentino. Sirkuit Montmelo (Catalunya) penuh dengan bendera dan topi kuning (khas Rossi)," ucap Espargaro.

Pebalap terhebat, imbuh Espargaro, tidak selalu adalah pemilik gelar paling banyak. Menurut dia, pebalap yang dapat menggerakkan orang terbanyaklah yang paling hebat. 

"Sesuatu yang telah dilakukan Valentino selama bertahun-tahun. Dia adalah pelopor dan jenius dalam pemasaran, baik itu warna, bendera, atau dalam hal selebrasi kemenangan," ungkap Espargaro yang juga berasal dari Spanyol itu.

 

 MENU: 

CATATAN
MUSIM 2020
SEJAUH INI

Pebalap di MotoGP 2020 dan Catatan Gelar GP500-MotoGP dari Masa ke Masa - (DOK KOMPAS/ARIE)

MUSIM balap MotoGP 2020 sudah berlangsung delapan seri pada Minggu (27/9/2020), dari 14 seri yang terjadwal.

Di klasemen sementara, Rossi masih tercecer di posisi 11. Belum ada satu pun kemenangan yang dia raih pada musim ini.

Prestasi terbaiknya sejauh ini adalah finis ketiga saat seri MotoGP Andalusia di Sirkuit Jerez pada 26 Juli 2020. Itu merupakan podium ke-199 bagi Rossi di kelas utama MotoGP.

Podium ketiga di Andalusia juga jadi podium pertama The Doctor setelah kali terakhir pada MotoGP Amerika Serikat, 15 April 2019.

Baca juga: Andai Tak Melakukan Kesalahan Ini, Valentino Rossi Bisa Juara di MotoGP Catalunya.

Untuk musim 2020, tercatat ada empat pebalap yang punya peluang paling besar untuk jadi juara dunia.

Pertama, pemimpin klasemen sementara, Fabio Quartararo. Pebalap 21 tahun asal Perancis itu kini mengoleksi 108 poin dan sudah memenangi tiga dari delapan seri. 

Kedua, ada pebalap muda asal Spanyol, Joan Mir. Pebalap 23 tahun itu mengoleksi 100 poin.

Meski belum memenangi balapan, Mir tampil konsisten dengan selalu finis lima besar. Dalam tiga balapan terakhir, ia bahkan selalu naik podium.

Ketiga, rekan setim Rossi, Maverick Vinales. Pebalap 25 tahun asal Spanyol itu menempati posisi ketiga di klasemen sementara dengan koleksi 90 poin.

Vinales sempat memenangi satu kali balapan saat seri MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Misano, pada 20 September 2020.

Di posisi keempat ada pebalap Italia dari tim Ducati, Andrea Dovizioso. Pebalap yang sudah berusia 34 tahun itu kini mengoleksi 84 poin.

Meski kans untuk kembali jadi juara dunia nyaris tertutup, Rossi menegaskan bahwa perjuangan pada musim ini belum selesai.

"Meskipun (gelar) kejuaraan dunia sudah tertutup buat saya, masih ada alasan hebat untuk tampil cepat mulai dari sekarang sampai akhir tahun," ujar Rossi seperti dikutip Motorsport, Senin (28/9/2020).

Bagaimana pun, ujar Rossi, dia telah mengendarai motor dengan baik, menikmati balapan, dan sempat punya peluang memenangi balapan di Seri Catalunya, Minggu (27/9/2020).

"Agar tidak terlalu kecewa, kami harus berpikir bahwa akhir pekan lalu berjalan bagus," kata dia.

Menurut Rossi, dia telah menjalani perjalanan yang menarik dengan setelah motor tunggangannya pada Seri Catalunya. 

 

 MENU: 

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.