JEO - Tokoh



Mampukah
Marc Marquez Berjaya Lagi?

Selasa, 1 Juni 2021 | 22:13 WIB

Hingga berjalannya enam seri musim 2021, Marc Marquez masih tercecer di posisi ke-18 klasemen sementara.

Pemegang gelar delapan kali juara dunia tersebut baru tampil di empat seri terakhir, dua di antaranya berakhir dengan gagal finis.

 

TANPA Marc Marquez, hasil kompetisi MotoGP musim kompetisi 2020 tak tertebak hingga saat-saat terakhir.

Perolehan poin begitu cair di antara para pebalap, tak ada satu pun pebalap dominan di sepanjang musim.

Loading...

Kini, MotoGP musim kompetisi 2021 sudah berlangsung enam seri. Marc Marquez sudah berlaga lagi. Namun, Marquez belum kembali ke performa terbaik.

Tampil di empat dari enam seri yang sudah berlangsung hingga 30 Mei 2021, pebalap Repsol Honda tersebut gagal finis dalam dua seri terakhir, yaitu di Perancis (16 Mei 2021) dan Italia (30 Mei 2021).

Marquez kembali membalap pada seri ketiga di Portugal pada 18 April 2021. Dia absen di dua seri pembuka yang keduanya dihelat di Qatar.

Di Portugal, Marquez mampu finis kesembilan. Pada seri berikutnya di Spanyol (2 Mei 2021), ia finis ketujuh.

Akankah MotoGP 2021 akan mengulang kisah persaingan sengit pada MotoGP 2020 tanpa dominasi Marquez? Bagaimana juga dengan peluang Marquez di musim ini?


KILAS BALIK
MOTOGP 2020

SEBAGAI pengingat, Marquez mengalami cedera panjang selama musim 2020. Ia hanya tampil satu kali, yaitu dalam seri pembuka di Jerez, Spanyol, pada 19 Juli 2020.

Pada balapan tersebut, Marquez mengalami kecelakaan fatal yang menyebabkan lengan kanannnya patah. Alhasil, Marquez harus menghabiskan musim 2020 untuk pengobatan dan pemulihan cedera.

Pemulihan pebalap yang kini berusia 28 tahun tersebut berlangsung sangat lama.

Ketiadaan Marquez membuat balapan MotoGP 2020 menjadi lebih seru. Dalam artian, para pebalap bergantian menaiki podium, tak tertebak.

Dua seri awal MotoGP 2020 dimenangi pebalap Petronas Yamaha, Fabio Quartararo. Pada akhir musim, Quartararo jadi satu dari dua pengoleksi kemenangan terbanyak.

Namun, bukan Quartararo yang jadi juara dunia pada musim itu. Dia bahkan tak masuk lima besar di klasemen akhir. Quartararo hanya mengakhiri musim 2020 di posisi kedelapan.

Baca Juga: Kata Mick Doohan soal Keterpurukan Fabio Quartararo di MotoGP 2020

Gelar juara dunia justru diraih pebalap tim Suzuki Ecstar asal Spanyol, Joan Mir, yang notabene hanya meraih satu kemenangan dari 14 seri yang diperlombakan.

AFP/LLUIS GENE
Joan Mir mengunci gelar juara dunia MotoGP 2020 setelah finish peringkat ketujuh di MotoGP Valencia, Minggu (15/11/2020).
MotoGP 2020 menghasilkan sembilan pebalap pemenang, terbanyak dalam empat tahun terakhir. Selain itu, ada 15 pebalap yang berhasil naik podium, terbanyak sejak era modern MotoGP yang menggunakan mesin 4-tak.

Jalannya MotoGP 2020 yang sulit ditebak ini tentu bertolak belakang dengan kondisi dua musim sebelumnya. Di dua musim sebelum 2020, Marquez adalah tebakan sekaligus hasil pasti peraih gelar juara dunia.

Pada MotoGP 2018, Marquez merebut sembilan kemenangan dari 19 seri. Ia sudah dipastikan meraih gelar juara dunia ketika balapan masih menyisakan tiga seri. 

Marquez semakin menggila pada musim 2019. Ia merebut 12 kemenangan dari 19 seri. Pebalap berjuluk The Baby Alien itu pun sudah memastikan gelar juara dunia saat kompetisi masih tersisa empat seri.

Berkebalikan total, pada musim 2020, gelar juara dunia MotoGP baru bisa dipastikan pada dua seri terakhir. Itu pun dengan tiga pebalap menjadi kandidat kuat juara.

Baca juga: Persaingan Sengit Menuju Juara Dunia Baru MotoGP 2020 Tanpa Marc Marquez

 

CEDERA PANJANG
MARQUEZ

CEDERA panjang yang kini dialami Marquez berawal saat ia menjalani operasi pemulihan bahu kanan pada akhir 2019.

Pemulihan pasca-operasi ternyata berjalan lebih lambat dari perkiraan awal. Hingga menjelang dimulainya MotoGP 2020, cedera pada bahu kanan Marquez belum sepenuhnya pulih.

Jika tidak ada pandemi, MotoGP 2020 seharusnya dimulai pada 8 Maret 2020. Namun, pandemi menghantam seluruh dunia dan memaksa start MotoGP 2020 tertunda hampir lima bulan.

Baca Juga: Covid-19 dan Marc Marquez, Awalnya Dikira "Bersahabat", Ternyata Tidak

Beruntung bagi Marquez karena ia jadi sempat menjalani pemulihan pasca-operasi. MotoGP 2020 akhirnya dimulai pada 19 Juli 2020.

Saat itu, Marquez sempat tampil sensasional. Ia sempat keluar trek saat balapan baru berjalan empat putaran. Namun, Marquez bisa mengendalikan motornya dan kembali melanjutkan balapan.

Di sinilah kehebatan Marquez dipertontonkan. Meski melanjutkan balapan di posisi ke-16, Marquez mampu merangsek ke baris depan. Satu per satu pebalap dia lewati sampai mengantarkannya ke posisi keempat.

Saat mengincar posisi ketiga, nasib nahas dialami pebalap kelahiran 17 Februari 1993 itu. Ketika balapan tinggal tersisa empat putaran, Marquez mengalami kecelakaan fatal yang menyebabkannya gagal finis.

Usai seri pembuka, Marquez sempat digadang-gadang kembali turun di seri kedua.

Namun, keinginan itu urung dilakukan setelah diketahui cederanya lebih parah dari perkiraan. Marquez pun hanya jadi penonton di sepanjang sisa seri musim 2020.

Sampai Februari 2021, bahkan belum ada kepastian Marquez kembali balapan.

Dikutip dari Motorsport.com, Marquez dilaporkan sudah tiga kali menjalani operasi pasca-kecelakaan yang dia alami di Jerez.

Saat acara launching tim Repsol Honda untuk musim 2021, Marquez mengatakan kondisinya makin membaik tetapi hingga saat itu belum dapat ditentukan waktu yang tepat untuk kembali membalap. 

Penantian panjang bagi Marquez akhirnya datang pada Sabtu (10/4/2021). Tim Repsol Honda mengumumkan bahwa Marquez sudah diizinkan oleh tim dokter untuk tampil di seri MotoGP Portugal di Sirkuit Algarve, 16-18 April 2020. Marquez menyambutnya dengan suka cita.

Ia merasa sangat bahagia saat tim dokter memberitahukan bahwa ia sudah boleh kembali ke lintasan.

"Mereka telah melewati sembilan bulan yang sulit, dengan saat-saat ketidakpastian dan pasang surut, dan sekarang, saya akan dapat menikmati gairah saya lagi!" tulis Marquez lewat akun twitter.

CEDERA
DAN UJIAN MENTAL

CEDERA apalagi sampai parah adalah ancaman serius bagi seorang atlet. Pemulihannya tak cuma soal fisik tapi juga mental.

Marc Marquez mengakui hal ini. Dikutip dari Motorsport.com, Marquez mengaku sempat menghadapi tantangan berat baik fisik maupun mental dalam proses pemulihan itu, terutama pada kurun September-Oktober 2020.

Pada kurun waktu tersebut, Marquez merasa beragam tindakan medis tak kunjung mendatangkan perubahan signifikan, bahkan setelah operasi ketiga dia jalani. 

"Setelah operasi ketiga, itu (situasi yang) berat karena 10 hari saya di rumah sakit dan pada hari-hari itu suasana hati buruk," ujar dia di sela acara launching tim Repsol Honda untuk musim 2021.

Meskipun, Marquez menyatakan pula, di titik terendah itu pun tak pernah terbersit pikiran bahwa karier balapnya telah usai.

Di dunia olahraga, ada banyak kasus atlet pensiun karena cedera berkepanjangan yang menguras ketahanan fisik sekaligus mental. Salah satunya, pesebak bola Jerman, Sebastian Deisler. 

Nama pemain kelahiran 1980 itu mulai mencuat pada awal 2000-an. Bermodal talenta luar biasa, Deisler sempat digadang-gadang menjadi pemain masa depan Jerman.

Yang terjadi, cedera berkepanjangan lebih sering menyambanginya. Cedera bahkan memaksa Deisler dua kali absen di Piala Dunia, yakni pada 2002 dan 2006.

Dikutip dari DW.com, Deisler pernah dua kali menjalani perawatan akibat depresi. Pada 2007, dia memutuskan pensiun di usia 27 tahun. 

Mantan manajer klub Queens Park Rangers, Chris Ramsey, punya cerita tersendiri pula soal cedera dan ujian mental yang menyertai. Kisahnya antara lain dimuat dalam artikel Denial and Depression: Recovering from Long-Term Injury Isn't Just about The Body.

Saat masih jadi pemain, Ramsey pernah menjalani tujuh operasi lutut dan tiga operasi punggung. Dia pun mengaku sempat depresi karena rentetan cedera itu. 

"Orang-orang tidak menyadari bahwa cedera berkepanjangan (bisa) membuat Anda depresi, tidak peduli bahwa cedera itu sebenarnya ringan," kata Ramsey dalam artikel yang tayang di The Guardian pada 2017 tersebut.

IG @jokesofgp
Jorge Lorenzo terjatuh saat sesi latihan FP1 di GP Assen.

Khusus di MotoGP, kita tentu masih ingat dengan keputusan Jorge Lorenzo untuk pensiun pada akhir 2019.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The Race.com pada Februari 2020, Lorenzo mengakui cedera yang dia alami di Assen pada pertengahan 2019 sebagai alasan pensiun tersebut. 

Menurut Lorenzo, cedera itu membuat dia tak pernah lagi mampu tampil kompetitif. Pada MotoGP 2019, Lorenzo absen dari empat seri karena cedera tersebut. 

Setelah kembali membalap seusai pemulihan, Lorenzo yang tiga kali juara dunia MotoGP tak pernah finis di 10 besar. Di akhir musim, dia hanya menempati peringkat ke-19. 

Memang, ada saja atlet yang mampu bangkit dan tetap menorehkan capaian tinggi setelah diterjang rentetan cedera. Pebalap asal Australia, Mick Doohan, adalah salah satunya. 

Baca Juga: Berjumpa Legenda MotoGP yang Anaknya Tak Tertarik Balap Motor

Pada 1992, Doohan mengalami cedera parah yang bahkan hampir membuat kakinya diamputasi. Namun, Doohan bisa pulih dan kemudian bangkit.

Sejarah mencatat bahwa Doohan adalah juara dunia lima kali beruntun selama kurun waktu 1993-1998. Walaupun, cedera pula yang kemudian membuat Doohan pensiun. 

Pada akhir musim 1999, Doohan mengumumkan gantung helm akibat kondisi tubuh yang tak memungkinkannya lagi untuk terus balapan.

S.THINAKARAN
Pebalap legendaris Mick Doohan. (Photo by S.THINAKARAN / AFP)
 

MAMPUKAH MARQUEZ BERJAYA LAGI DI 2021?

MOTOGP 2021 baru berjalan enam seri. Masih ada 13 seri yang dijadwalkan berlangsung hingga November 2021.

Klasmen sementara MotoGP 2021 belum bisa memberikan gambaran terang soal pebalap yang bakal menjadi juara dunia musim ini. 

Kendati demikian, tentu tidak ada salahnya untuk menebak akan seperti apa performa Marquez di sepanjang musim ini.

Legenda hidup MotoGP yang juga pernah jadi rival berat Marquez, Valentino Rossi, memprediksi The Baby Alien tidak akan mudah menang seperti dulu.

Baca juga: Valentino Rossi, Kilas Balik Menuju 22 Tahun Laju Pebalap Tertua Era Modern MotoGP

Menurut Rossi, selama Marquez absen, para pebalap lain sudah jauh berkembang dan lebih kuat.

"Kembalinya Marquez tidak mengubah apa pun buat saya. Kita lihat saja. Sekarang, mereka tidak lagi takut dengannya,” kata pebalap tim Petronas Yamaha itu pada 21 Maret 2021, seperti dikutip dari Corsedimoto .

Pendapat serupa diutarakan runner up musim lalu, Franco Morbidelli. Pebalap asal Italia itu yakin akan sulit bagi Marquez untuk segera kembali ke level yang sama seperti sebelum dihajar cedera.

"Saya tidak tahu rasa sakit yang dia alami jadi saya tidak bisa menilai tentang perjuangan fisik, tapi saya bisa menilai tentang pergumulan mental," kata Morbodelli pada 3 Maret 2021, seperti dikutip dari Crash.net .

Foto: Twitter Marc Marquez
Marc Marquez

Morbidelli berkeyakinan, cedera dengan pemulihan sedemikian panjang akan mempengaruhi mental Marquez.

"Saya tahu cedera separah itu pasti berdampak di kepala Anda karena kita adalah manusia dan kita ingat akan hal-hal buruk," ucap Morbidelli.

Apakah Marquez akan mengikuti jejak Lorenzo yang terus terpuruk kemudian pensiun, atau seperti Doohan yang bangkit dan kemudian makin menggila, tentu hanya waktu yang akan menjawab.

Baca Juga: Baru Kembali, Marc Marquez Sudah Tentukan Target

Satu yang pasti, Marquez tak memungkiri kesulitan yang nantinya akan ia hadapi. Namun, dia berjanji akan tetap berusaha maksimal untuk bisa tampil sekompetitif sebelum cedera.

"Kita akan lihat apakah butuh satu balapan, dua balapan, atau setengah musim untuk bisa menjadi Marc yang sama (seperti sebelumnya)," kata Marquez seperti dikutip dari Motorsport.com.

Klasemen sementara

Sampai berakhirnya seri keenam MotoGP 2021, Quartararo masih mendominasi. Ia memuncaki klasemen sementara dengan perolehan 105 poin.

Pebalap Perancis yang kini bergabung di tim utama Yamaha itu sudah pula memenangi tiga balapan.

Posisi kedua klasemen sementara ditempati rekan senegara Quartararo, Johann Zarco (Pramac Ducati) dengan 81 poin. Adapun posisi ketiga ditempati Fransesco Bagnaia (Ducati) dengan 79 poin.

Sementara itu, Marquez tercecer di posisi ke-18 dengan baru mengemas 16 poin. Ia unggul satu peringkat dan satu poin di atas Valentino Rossi, sang legenda hidup berusia 42 tahun yang tampaknya sudah melampaui masa jaya. 

Akan seperti apa performa Marquez di sisa musim 2021? Apakah dia mampu menemukan kembali mental juaranya seperti dulu? Waktu yang akan menjawab....