JEO - Insight

Selewat 4 Bulan,
Seperti Apa Data Kasus Covid-19 di DKI Jakarta?

Sabtu, 4 Juli 2020 | 15:20 WIB

 SERI CERITA DATA COVID-19 

Baca data Covid-19 tak cukup hanya akumulasi terkini. Cermati pula tren pergerakan harian. Periksa juga proporsi yang masih dirawat, sembuh, dan meninggal. Ini data DKI Jakarta.

PRAKTIS, DKI Jakarta adalah episentrum kasus Covid-19 di Indonesia sejak kali pertama pemerintah mengumumkan infeksi varian baru virus corona (SARS-CoV-2) terjadi di sini.

Sekalipun sejak 26 Juni 2020 provinsi ini tak lagi menjadi lokasi untuk kasus terbanyak positif Covid-19, cermati dulu detail tren pergerakan data yang ada.

Jangan terlewat pula memeriksa proporsi antara yang masih dirawat, sembuh, dan meninggal dari akumulasi kasus positif yang tiap hari diumumkan itu.

Sejak 10 April 2020, semua provinsi di Indonesia disebut telah mencatatkan kasus positif Covid-19. Ada yang sejak awal berjibaku menghadapi kasus yang mengalir masuk tiada henti, ada pula yang baru belakangan mendadak kasusnya melonjak drastis.

Berikut ini adalah visualisasi interaktif untuk pergerakan akumulasi kasus positif di tiap provinsi. Gambaran ini sekilas memperlihatkan pergerakan dan lonjakan tak hanya terjadi di satu atau dua provinsi di Indonesia:

 

Untuk pantauan data rinci perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dari hari ke hari, ikuti selalu artikel JEO dengan link yang tetap sama: Pergerakan Data Harian Covid-19 per Provinsi di Indonesia.

Hingga 3 Juli 2020, sebaran akumulasi data kasus Covid-19 nasional tampak pada visualisasi interaktif berikut ini:

 

Khusus untuk DKI Jakarta, tersedia pula pantauan harian data Covid-19 per kelurahan, dengan sumber data yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam artikel JEO dan link yang tetap sama juga: Data Kasus Covid-19 di DKI Jakarta per Kelurahan.

Tren dan proporsi kasus

Lalu, bagaimana sebenarnya gambaran perkembangan kasus Covid-19 di DKI Jakarta?

Visualisasi interaktif berikut ini akan menampilkan tak hanya akumulasi kasus positif Covid-19. Anda juga dapat mencermati tren tambahan kasus per hari.

Tersaji pula proporsi pasien yang masih dirawat, sembuh, dan meninggal, dari hari ke hari.

Ikuti petunjuk navigasinya untuk Anda benar-benar memperoleh informasi yang diperlukan agar dapat memberi gambaran ke diri sendiri tentang kondisi Ibu Kota hari ini terkait Covid-19:

 

Sebagai pembanding, berikut ini adalah visualisasi serupa tetapi untuk seluruh wilayah Indonesia: 

 

Lagi-lagi, khusus untuk DKI Jakarta, akan ada artikel lain dari JEO Kompas.com yang bakal merinci data hingga tingkat kelurahan.

JEO Kompas.com pernah pula menulis kronologi penyajian data Covid-19 dari pemerintah, sejak 2 Maret 2020. Klik di sini atau link berikut ini untuk membaca artikel berjudul: Di Ibu Kota Belum Reda, Kasus Covid-19 di Provinsi Lain Makin Banyak Pula.

Di situ diurai kali pertama data provinsi disebut, juga timeline kasus positif Covid-19 menyebar dari dua provinsi menjadi 34 provinsi. Sejumlah informasi terkait dinamika data juga tercakup di dalamnya.

Disclaimer

Sebagai catatan terkait artikel ini, data yang digunakan bersumber dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Lalu, data yang dipakai untuk visualisasi adalah yang diumumkan pada tanggal data dimaksud.

Mengapa?

Dari pantauan hari ke hari, ada sejumlah data yang berbeda antara hari pengumuman dan keesokan hari di kolom tabel yang disertakan pada hari pengumuman berikutnya.

Tabulasi pemerintah per hari menyajikan dua seri data di dalamnya, yaitu data untuk hari pembacaan dan sehari sebelumnya. Nah, di situ sering terjadi perbedaan data, untuk data sehari sebelumnya.

Misal, sekarang adalah 3 Juli 2020. Di tabel akan muncul data untuk 2 Juli 2020 dan 3 Juli 2020. Ada banyak kali, data 2 Juli 2020 yang tercantum di tabel lansiran 3 Juli 2020 akan berbeda dengan yang ada di tabel dan dibacakan pada 2 Juli 2020.

Ini contohnya dalam visualisasi. Geser-geser saja garis melintang di tengah untuk bergantian melihat gambar pertama dan kedua.

Lalu, cek data akumulasi kasus positif Covid-19 di DKI untuk 2 Juli 2020 pada masing-masing laporan: 

Pada laporan tertanggal 2 Juli 2020, angka kumulatif kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta tertulis 11.823. Lalu, pada laporan tertanggal 3 Juli 2020, tertera 11.821 untuk kumulatif kasus  positif sampai dengan 2 Juli 2020.

Perbedaan seperti ini tidak hanya pernah terjadi untuk kasus DKI Jakarta. Karena itu, sekali lagi, dalam penyusunan aneka visualisasi data di JEO, yang kami pakai adalah angka pada hari laporan dan atau pengumuman disampaikan.

Secara berkala, berdasarkan relevansi dan urgensi perkembangan data Covid-19, artikel serupa akan JEO Kompas.com sajikan untuk Anda.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.