JEO - Peristiwa

Bicara Corona Pakai Komik, Termasuk soal Bahaya Mudik

Senin, 27 April 2020 | 04:25 WIB

Mengapa pulang kampung dan atau mudik bisa berbahaya di tengah wabah seperti pandemik Covid-19 sekarang ini? 

 

BERKONTRIBUSI menghadapi wabah virus corona (Covid-19) ada banyak cara. Bagi kartunis seperti Thomdean atau wartawan laiknya Nina Susilo, bentuk kontribusi ya antara lain lewat karya.

Mereka berdua urun kapasitas dengan bergabung bersama relawan komikcovid.com. Salah satu yang sudah bisa dibaca dan dibagikan secara gratis adalah komik tentang bahanya pulang ke kampung halaman di tengah pandemik Covid-19 seperti sekarang.

"Ini misi edukasi, supaya orang-orang sadar (soal Covid-19). Kita perangi Covid-19 dari rumah lewat apa yang kita bisa lakukan masing-masing, sesuai keahlian," kata Thomdean lewat pembicaraan telepon, Sabtu (25/4/2020) malam.

 

Mau langsung lompat ke menu komik, klik di sini.

 

Dalam percakapan terpisah, Nina menuturkan, ide awal tentang komik ini datang dari ajakan salah satu teman yang dipertemukan di komunitas, Kumala Susanto.

"Sosialisasi masih perlu dan harus terus disebarkan sampai ke pedalaman," ujar Nina soal ide awal garapan ini, Minggu (26/4/2020).

Penyebarannya pun memanfaatkan aneka media sosial. Mereka juga berencana mencetak komik ini untuk dibagikan di daerah yang belum terjamah internet. Materi cetak juga bahkan akan ditempel ke pos ronda bila memang dirasa perlu demi sosialisasi.

Baca juga: Jokowi, Covid-19, dan Hikayat Mudik

Cerita tiga sekawan

Soal cerita, intinya adalah pulang ke kampung halaman—mau dibilang pulang kampung, mudik, pulang basamo, atau apa pun itu—berisiko memperluas penyebaran Covid-19. Juga, untuk mereka yang kembali lagi ke kota, berisiko mengawali gelombang kedua wabah.

"Idenya ada tiga sekawan, namanya Asep, Tono, dan Bejo. Masing-masing punya latar berbeda, punya pengetahuan dan keputusan berbeda pula soal pulang ini," ujar Nina.

Komik yang digarap Nina dan Thomdean mengangkat tokoh Asep, mahasiswa cuek yang pulang ke kampung halaman tanpa berpikir apa pun soal Covid-19.

Kumala Susanto, dosen Universitas Ciputra yang mengawali kolaborasi ini mengaku semula juga merasa cukup melakukan segala protokol pengamanan Covid-19 untuk dirinya. 

 

Mau langsung lompat ke menu komik, klik di sini.

 

Namun, pendapat Kumala berubah setelah berbincang lewat telepon dengan ibunya. Ternyata, di tempat lain masih banyak orang yang tenang-tenang saja dengan Covid-19 atau sebaliknya hanya mendapatkan potongan-potongan informasi tak utuh.

Bertanya ke sejumlah kolega, Kumala mendapati temuannya itu juga diakui oleh teman-temannya. Dari situ, ide untuk berbuat sesuatu muncul.

"Dari situ, saya mengumpulkan teman-teman. 'Yuk, buat apa buat mereka yang enggak punya cukup akses informasi.' Kepikiran, kalau bentuknya cerita apalagi komik akan lebih mudah dipahami juga," tutur Kumala, Minggu petang.

Pada awalnya, Kumala mengajak teman-teman dari lingkungan terdekatnya, yaitu kampus tempat dia mengajar. Setelah itu, dia melibatkan lebih banyak orang luar, terutama untuk penyusunan narasi dan pembuatan komik. 

Baca juga: Mengapa Jaga Jarak sampai Karantina Penting untuk Cegah Penyebaran Corona

"Kami ingin nanti ini juga dicetak dalam bentuk stiker, bukan buku dulu. Stiker komik bisa ditempel di tiang listrik, pos ronda, dan tempat-tempat yang banyak diakses masyarakat," ujar Kumala.

Baru kelak, lanjut dia, kumpulan file komik dalam format PDF yang akan dibukukan.

Meskipun, ujar dia, tidak akan dilarang pula bila ada yang hendak mencetak karya-karya mereka untuk dibagikan lebih luas.

Bergerak dari rumah

Satu lagi rencana Kumala, menerjemahkan komik-komik karya bersama ini ke dalam beragam bahasa daerah. Dia juga ingin ke depan bisa melibatkan lebih banyak relawan, terutama untuk pembagian dan penempelan stiker komik di tempat-tempat yang tepat.

"Prinsipnya, selama masa berdiam di rumah tetap bisa melakukan sesuatu untuk masyarakat di sekitarnya, bergerak sesuai kapasitas kita masing-masing," ujar Kumala.

Bicara lebih jauh, Kumala juga berencana menyiapkan tempat bagi para pembuat konten kreatif visual untuk memajang karya edukasi dan sosial mereka di website yang saat ini masih proses pengembangan.

Kelak, akan ada semacam pembagian "lapak" komik di websitenya itu, yaitu berisi episode utama—tentang karakter tiga sekawan yang sekarang sudah berjalan—, episode khusus, dan cerita dari kawan. 

"Episode khusus ini adalah komik dengan cerita yang lebih spesifik tergantung lokasi atau isu. Cerita dari kawan ya itu tadi, tempat yang kami sediakan bagi siapa saja yang hendak berkontribusi dengan karya masing-masing," ungkap Kumala. 

 

Mau langsung lompat ke menu komik, klik di sini.

 

Sebelumnya, upaya dan kolaborasi serupa juga digagas dan dilakukan oleh Weiman Kow dengan comicsforgood.com. Berbasis di Singapura, karya Weiman dibuat dalam bahasa Inggris tetapi kini telah pula diterjemahkan ke dalam 45 bahasa.

Memang, belum semua komiknya diterjemahkan juga. Daftar topik, bahasa, dan komik buatan Weiman yang telah diterjemahkan bisa dilihat di sini.

Baik komikcovid.com maupun comicsforgood.com sama-sama mengundang kolaborasi lintas keahlian.

Bila Weiman dengan comicforgoods.com miliknya cenderung butuh kolaborasi di penerjemahan saja, komikcovid.com juga mengundang kolaborasi dari kartunis, ilustrator, narator, dan penerjemahan terutama ke bahasa daerah.

Lalu, karya-karya mereka—baik dari relawan komikcovid.com maupun Weiman dengan comicsforgood.com—sama-sama gratis untuk disebar. Tentu, penyematan kredit untuk karya mereka harus disertakan. 

Baca juga: Begini Bunyi Virus Corona saat Jadi Musik...

MENU

GULIRKAN (scroll) layar Anda atau ikuti petunjuk menu di bawah ini untuk melihat komik dan atau materi edukasi Covid-19 yang Anda kehendaki.

Masing-masing komik dapat dibagikan terpisah. Sorot ujung kanan atas komik sampai keluar lingkaran abu-abu di situ. Klik saja untuk berbagi.

 

 

↵ Kembali ke awal

 

KOMIK
BAHAYA MUDIK
DI TENGAH PANDEMIK

↵ Kembali ke awal

↵ Kembali ke menu

 

CARA VIRUS CORONA MENYEBAR

↵ Kembali ke awal

↵ Kembali ke menu

 

MENGAPA HARUS HINDARI KERAMAIAN?

↵ Kembali ke awal

↵ Kembali ke menu

 

3 HAL YANG JANGAN DILUPAKAN

↵ Kembali ke awal

↵ Kembali ke menu