JEO - Insight

Visualisasi Data
Posisi Kasus Covid-19 di Indonesia
hingga 30 Juni 2020

Selasa, 30 Juni 2020 | 23:05 WIB

Dalam infografik interaktif, ini visualisasi data kasus Covid-19 di Indonesia. Tak hanya total akumulasi kasus positif, tetapi juga proporsi pasien sembuh, dirawat, dan meninggal, dilengkapi tren pertambahan kasus baru dalam sehari.

APAKAH babak baru yang dibilang sebagai new normal memang sudah waktunya terjadi?  Betulkah kasus Covid-19 di Indonesia memang sudah mereda?

Sebaliknya, data harian yang diumumkan setiap hari oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu bagaimana memaknainya?

Tampaknya, banyak dari kita yang lupa pula memetakan bahwa dari total kasus positif Covid-19 hingga 30 Juni 2020 disebut mencapai 56.385 adalah akumulasi.

Baca juga: Mereka yang Terpaksa Berdamai dengan Pandemi Covid-19 dan Cengkeraman Oligarki...

Artinya, dalam total kasus itu tercakup pula jumlah pasien yang sembuh, masih dirawat, atau telah mendahului kita berpulang, apalagi ketika data itu disajikan dalam deretan angka semata.

Bahkan, disajikan dalam grafik garis pun, ruang di antara garis-garis variabel grafik pun tak sengaja jadi "ruang kosong". Kita lupa, bahwa itu adalah akumulasi manusia yang salah satu ujiannya adalah terinfeksi varian baru virus corona (SARS-CoV-2).

Baca juga: 493 Tahun Jakarta di Tengah Pusaran Covid-19: Bukan Waktunya Menyerah!

Dengan maksud mempermudah kita memahami rentetan data-data ini, JEO Kompas.com menyajikan visualisasi berikut ini:  

 

Dari data di atas, titik merah yang terhubung lintasan garis pada bagian paling atas grafik merupakan angka akumulasi kasus positif Covid-19 di Indonesia dari hari ke hari.

Baca juga: Dalam Bayang-bayang Resesi Ekonomi Global...

Lalu, area sesuai warna memperlihatkan proporsi untuk pasien yang masih dirawat, sembuh, dan meninggal.

Adapun titik oranye yang terhubung garis dan tampak "melayang" di atas grafik adalah tren penambahan kasus baru positif Covid-19 per hari.

Masing-masing titik dan area akan memunculkan angka per tanggal saat Anda menempatkan kursor mouse komputer atau mengetuk layar gadget di situ.

Penelusuran lanjut

Bagi Anda yang berminat menelusuri lebih jauh kronologi pengungkapan data kasus Covid-19, silakan menuju artikel JEO yang memuat hal itu, yaitu artikel Di Ibu Kota Belum Reda, Kasus Covid-19 di Provinsi Lain Makin Banyak Pula

Artikel tersebut memuat data sejak 2 Maret 2020 hingga 6 Mei 2020. Di dalamnya tersedia pula timeline sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 hingga wabah ini meluas ke 34 provinsi di Indonesia.

JEO Kompas.com menyediakan pula artikel pembaruan data harian dengan rincian hingga tingkat provinsi yang menyertakan history data, pada artikel Pergerakan Data Harian Covid-19 di Indonesia

Semua data dalam infografik dan artikel-artikel JEO di atas bersumber dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

 

Khusus untuk DKI Jakarta, tersedia pula artikel terpisah yang menggunakan sumber data dari Pemprov DKI Jakarta. Silakan klik artikel Data Kasus Covid-19 di DKI Jakarta per Kelurahan

Dua artikel terakhir diperbarui tiap hari dengan link yang sama.  

Baca juga: Quo Vadis PSBB?

Bagaimana dengan tren data kasus Covid-19 yang lebih rinci? Tunggu rangkaian artikel JEO setelah ini....

Oh iya, untuk Anda yang karena kenyataan hidup harus beraktivitas di luar rumah pada saat ini, simak tap story berikut ini untuk pengingat apa saja yang jangan sampai terlupa:

 Baca juga: Sembuh dari Covid-19, Kesakitan Belum Tentu Usai...


Tetap semangat. Jaga kesehatan bersama. Rawat solidaritas. Semoga wabah cepat berlalu....

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.